apa tujuan penggunaan ac digantikan dengan kipas angin

Apa Tujuan Penggunaan AC Digantikan dengan Kipas Angin?

Posted on

apa tujuan penggunaan ac digantikan dengan kipas angin

Apa Tujuan Penggunaan AC Digantikan dengan Kipas Angin? – Cuaca yang panas kerap menyebabkan kita ingin berdiam diri di dalam rumah sambil memasang pendingin udara (AC). Karena AC terus menyala sepanjang hari, jendela kamar tidur Anda bahkan jarang sekali dibuka.

Kebanyakan orang kurang menyukai penggunaan kipas angin, karena ketika bangun tidur, perut akan menjadi kembung atau kepala jadi pusing. Karena selalu dalam kondisi tertutup, kamar tidur menjadi terasa pengap saat AC tidak dinyalakan.

Tidak hanya itu, seiring berjalannya waktu maka penggunaan kipas angin juga akan terlupakan. Padahal, kipas angin terbukti lebih baik dibandingkan AC, bahkan lebih sehat untuk kita. Mulai sekarang mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk beralih ke kipas angin.

Lalu, apa tujuan penggunaan AC digantikan dengan kipas angin? Yuk, simak ulasan artikelnya yang sudah bisma.my.id rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Apa Tujuan Penggunaan AC Digantikan dengan Kipas Angin?

apa tujuan penggunaan ac digantikan dengan kipas angin

Sumber: https://www.tokopedia.com

1. Meningkatkan Sirkulasi Udara

Kipas angin, baik itu yang diletakkan di dinding, meja, langit-langit atau lantai, akan memberikan efek angin dingin yang membuat Anda lebih nyaman berada di dalam rumah. Peletakan kipas angin pada langit-langit juga dipercaya sebagai jenis kipas angin yang paling efektif dalam meningkatkan sirkulasi udara.

Pada pagi atau siang hari, bukalah jendela kamar Anda lalu biarkan kipas angin menyala beberapa jam. Kipas angin tidak berfungsi untuk mendinginkan udara, kipas angin hanya menggerakkan udara kotor yang berada di dalam ruangan ke luar, serta akan menggantikannya dengan udara bersih dari luar.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kompresor AC Split Kurang Oli

apa tujuan penggunaan ac digantikan dengan kipas angin

Sumber: https://www.halodoc.com

2. Lebih Sehat

Kipas angin memang tidak berfungsi sebagai pendingin, hanya memberikan efek angin dingin. Tetapi sebaliknya, AC tidak mempunyai fungsi sirkulasi udara. Udara di dalam kamar akan berputar di area tersebut sepanjang hari karena ruangan serba tertutup.

Ingatkah Anda? Ketika Anda menarik napas, maka Anda akan menghirup O2, dan akan mengeluarkan CO2 ketika membuang napas. Hal itu berarti, saat Anda tidur dengan orang lain, maka Anda juga akan menghirup CO2 yang dikeluarkan oleh teman tidur Anda.

Nah, tidak heran jika Anda mudah tertular flu apabila Anda tidur bersama adik atau suami yang tengah terserang flu di dalam ruangan ber-AC. Bukannya tidak boleh memakai AC sama sekali. Tetapi, minimalkan pemakaian pendingin udara ini.

Contohnya, nyalakan saja pada malam hari, sementara siang hari digantikan oleh kipas angin. Untuk mencegah perut kembung atau rasa masuk angin. Selain itu, hindari mengarahkan langsung angin ke tubuh Anda ketika memasang kipas angin. Mudah, kan?

Sumber: https://cokro.com

3. Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Kipas angin akan menjadikan ruangan yang panas menjadi terasa lebih dingin dibanding seharusnya. Peletakan kipas angin di langit-langit, contohnya, hanya memakan daya sekitar 75 watt (setara dengan lampu bohlam). Serta, hanya 1/10 dari daya yang diberikan oleh pendingin udara.

Tidak hanya itu, kipas angin tidak menyebabkan udara terasa pengap dan lembab seperti yang terjadi saat memakai AC. Jangan lupa matikan kipas angin saat Anda sudah tidak memakainya.

Baca Juga: Cara Mengisi Freon AC Mobil

Sumber: https://sains.kompas.com

4. Bantu dengan Membuka Jendela

Jendela kamar memang tidak hanya berguna untuk memberikan pemandangan dari luar rumah. Pastikan Anda mendesain posisi jendela dengan sedemikian rupa.

Sebab, dengan mengontrol ukuran dan lokasi jendela, Anda juga dapat mengatur berapa banyak cahaya dan panas yang diberikan pada waktu yang berbeda-beda dalam sehari. Buka tirai jendela ketika udara panas untuk membantu sirkulasi udara terjadi.

Sumber: https://my-best.id

5. Letakkan Kipas Angin ke Arah Luar

Apabila ruang tidur Anda mempunyai dua jendela yang saling berhadapan, letakkan satu kipas angin menghadap keluar (pilih sisi ruangan yang lebih banyak terkena sinar matahari atau lebih panas, dan letakkan kipas angin setinggi mungkin).

Sementara untuk kipas yang lain menghadap ke dalam (ke arah yang lebih dingin, dan letakkan serendah mungkin). Anda juga dapat menempatkan kipas angin yang lebih rendah di dekat pintu masuk untuk memberikan efek yang sama.

Baca Juga: Penyebab AC Tidak Dingin Setelah Dicuci